Recents in Beach

Mengenal Biaya Peluang (Opportunity Cost)

Ekonomi selalu berbicara tentang pengorbanan (trade-off). Dengan sumber daya yang terbatas, kita harus menentukan alternatif pilihan yang paling menguntungkan menggunakan pertimbangan biaya peluang atau opportunity cost.

The opportunity cost of an item is what you give up to get that item -  N. Gregory Mankiw

Berdasarkan pengertian diatas, biaya peluang adalah sesuatu yang kamu korbankan untuk memperoleh sesuatu. Contoh paling sederhana yaitu jika sobat Ekonomika punya uang Rp 100 juta dan dengan uang itu bisa memperoleh 1 mobil atau 1 rumah. Nah, sobat Ekonomika pilih mana nih? Misal kamu memilih mobil, maka kamu tidak memiliki rumah. Sedangkan, kalau kamu pilih rumah, maka kamu tidak memiliki mobil.

Mulai paham kan tentang biaya peluang. Biar gampang, kita langsung ke contoh-contoh soal biaya peluang yuk.

Contoh 1:

Andi sedang bimbang untuk menentukan apakah akan bekerja atau melanjutkan pendidikan ke S1 di universitas. Dengan bekerja, Andi akan memperoleh pendapatan Rp 10.000.000 per bulan. Kebetulan Andi memperoleh tawaran beasiswa dari pihak universitas, sehingga tidak ada biaya kuliah. Andi memutuskan untuk kuliah S-1, maka berapa biaya peluang Andi setiap bulan?

Jawabannya yaitu Rp 10.000.000. Dengan melanjutkan kuliah, Andi kehilangan peluang untuk memperoleh pendapatan Rp 10.000.000 per bulan.

Contoh 2:

Kembali ke contoh 1, apabila Andi tidak memperoleh beasiswa dan harus membayar Rp 2.000.000 per bulan untuk biaya kuliah dan dia memutuskan untuk tetap kuliah, maka berapa biaya peluang Andi setiap bulan?

Jawabannya adalah Rp 12.000.000 (Rp 10.000.000 + Rp 2.000.000). Dengan melanjutkan kuliah, Andi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji Rp 10.000.000 per bulan. Selain itu, Andi harus mengeluarkan biaya kuliah sebesar Rp 2.000.000 per bulan. Maka biaya peluang Andi sebesar Rp 12.000.000

Berpikir kritis yuk sobat Ekonomika, meskipun Andi memiliki biaya peluang Rp 10.000.000 (memperoleh beasiswa) dan Rp 12.000.000 (saat tidak memperoleh beasiswa), namun Andi akan memiliki gaji yang lebih tinggi setelah lulus S-1 nantinya. Alhasil, Andi mengorbankan biaya peluang sekarang untuk memperoleh manfaat yang lebih besar dikemudian hari.

Contoh 3:

Rian akan mudik ke kampung halaman dan memiliki 2 pilihan yaitu menggunakan bis dengan tiket seharga Rp 150.000 atau kereta api dengan biaya Rp 250.000. Jika Rian memutuskan untuk naik kereta api maka biaya peluang sebesar?

Jawabannya yaitu Rp 100.000 (Rp 250.000 - Rp 150.000). Artinya jika Rian memilih naik bis, maka Rian bisa menghemat Rp 100.000. Jadi, biaya peluang Rian apabila memilih kereta api yaitu Rp 100.000.

Yuk berpikir kritis lagi sobat Ekonomika, kasus Rian diatas apabila kondisi naik kereta api dan bis sama ya. Misalkan menempuh waktu yang sama dan menawarkan kenyamanan yang sama, sebaiknya Rian memilih bis saja.

Tapi, misalkan saja nih dengan naik kereta api memberikan banyak nilai tambah seperti lebih nyaman, tidak macet, dan tepat waktu yang kalau dinilai melebihi dari Rp 100.000 maka naik kereta api merupakan pilihan yang tepat.

Nah, bagaimana sobat Ekonomika? Sudah paham kan tentang biaya peluang? Ternyata mudah banget yaa..

Sumber gambar: www.psychologicalscience.org

Posting Komentar

0 Komentar